Sabtu, 09 Maret 2019

Makalah Faktor Pendorong dan Penghambat Keberhasilan Kewirausahaan


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar  Belakang
Di antara makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Manusia membutuhkan pekerjaan agar memperoleh penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Di antara manusia tersebut ada beberapa orang yang mendapat kesempatan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain. Membuka lapangan kerja untuk orang lain merupakan salah satu contoh berwirausaha. Pemerintah tidak terlalu menyediakan lapangan pekerjaan, sehingga masih banyak orang yang di Indonesia menjadi pengangguran. Dalam rangka pemerataan hasil-hasil pembangunan di negara Indonesia perlu lebih di tingkatkan dan diperluas usaha-usaha untuk memperbaiki penghasilan kelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian rendah, seperti buruh tani, pedagang kecil, petani menggarap yang tidak memiliki lahan peternak kecil, nelayan, ataupun pengrajin.Pengusaha golongan ekonomi lemah termasuk pengusaha informal dan tradisional perlu ditingkatkan dan dibina untuk meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran dalam rangka mengembangkan kewirausahaan, antara lain melalui pendidikan dan latihan serta penyuluhan dan bimbingan, dengan mengikut sertakan pengusaha besar dan menengah. Dan kini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui penyediaan yang memadai untuk berbagai kemudahan dan bantuan seperti, kredit dan permodalan, tempat berusaha bimbingan teknologi cepat, dsb. Oleh karena itu, kini para masyarakat hanya saja perlu pengembangan usahanya, bagaimana cara pengelolaan barang-barang yang akan dibuat menjadi produk jual dan produknya itu dapat menarik hati konsumen.Namun hal tersebut tidak dapat diwujudkan jika kita tidak memiliki kepercayaan diri. Karena seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut tanpa merasa malu untuk memulainya.

Perekonomian di Indonesia sebenarnya banyak di topang oleh para wirausahawan. Bagaimana tidak, hal tersebut berkaitan erat dalamupaya-upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat juga pada bidang sosial. Dapat dikatakan bahwa berwirausaha mampu menangani pada kemiskinan, pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, tidak meratanya pembangunan, urbanisasi, serta beberapa hal dalam bidang ekonomi dan sosial lainnya. Berkaitan dengan wirausaha yang ada di Indonesia, terdapat perhatian khusus yang perlu dicermati lebih mendalam. Karena topik ini memiliki peran yang penting dalam kelanjutan kehidupan mesyarakat pada umunya. Berwirausaha adalah salah satu penentu kemajuan ekonomi suatu bangsa.Permasalahan terkait terhambatnya kewirausahaan di Indonesia cukup sederhana, yaitu pola pikir  dari masyarakat yang masih employee minded  yang mana seharusnya entrepeneur. Dari hal tersebut lah timbul masyarakat yang belum banyak sadar akan arti penting menjadi wirausaha. Banyak faktor penghambat yang menjadi masyarakat belum sadar dan merasa takut  jika ia membuat usaha dan usahanya tersebut gagal. Padahal penghambat-penghambat tersebut bias diatasi dengan faktor pendorong kewirausahaan yang mampu membuat usaha semakin maju dan mencapai keberhasilannya. Oleh sebab itu sangat diperlukan usaha-usaha untuk mendorong keberhasilan kewirausahaan dan menghindari faktor yang membuat usaha menjadi terhambat.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1.2.1        Apa saja faktor pendorong keberhasilan kewirausahaan?
1.2.2        Apa saja faktor penghambat keberhasilan kewirausahaan?

1.3Tujuan     
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.3.1         Untuk mengetahui faktor pendorong keberhasilan kewirausahaan.
1.3.2         Untuk mengetahui faktor penghambat keberhasilan
kewirausahaan.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu sangat penting untuk Mahasiswa untuk mengetahui dan memahami tentang konsep faktor pendorong dan penghambat kewirausaha dan mampu menerapkannya dalam dunia bisnis nantinya.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Faktor Pendorong Keberhasilan Kewirausahaan
  Banyak pendapat tentang arti daripada sukses, bahkan sebagian besar masyarakat yang sukses itu adalah yang banyak hartanya atau dengan kata lain orang yang kaya dengan hartanya dan ada juga bila menduduki jabatan tertentu, sehingga sering sekali dijadikan ukuran oleh keluarga, kelompok, atau masyarakat luas. Oleh karenanya, sering sekali menjadikan arena untuk saling berebut dan bahkan menjadikan objek perselisihan diantara sesama. Akibatnya, diantara para pengusaha saling bersaing yang kurang sehat dan menganggap bahwa pesaing itu adalah musuh, implikasinya saling menjatuhkan dan saling menekan atau dapat menimbulkan iri dan dendam.
  Situasi seperti yang diuraikan diatas, sering kita jumpai dan mendengar dengan baik dari berita melalui media massa. Nah melalui bab ini diharapkan bagi mereka yang membaca setidaknya dapat memahami dan bila memungkinkan mampu untuk menyosialisasikan kepada sesama, agar dapat menumbuhkan kerjasama yang baik dan saling mendukung atau saling melengkapi satu sama lain diantara mereka.
Pemikiran dari seorang wirausaha yang sejati tentu memiliki perbedaan pandangan tentang keberhasilan atau sering kita sebut sebuah kesuksesan. Sebenarnya arti dari sukses atau berhasil tidak lebih dari apa yang diharapkan atau yang diinginkan dan biasanya merupakan cita-cita dari setiap individu bisa terbukti atau tercapai. Jadi sukses itu bila cita-cita terlaksana, padahal kalau kita analogikan bahwa cita-cita atau keinginan dari setiap individu selalu berbeda dan sangat tergantung pada wawasannya masing-masing. Oleh karena itu setiap individu memiliki visi yang berbeda satu sama lain dan dari ungkapan harapan yang dituangkan sebagai visi itu menjadi dasar munculnya stimulasi atau motivasi seseorang untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Namun, banyak pula yang mengeluh karena tidak dicapainya cita-cita, walaupun motivasinya cukup tinggi. Hal ini justru menjadikan fenomena yang cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut dan munculah sebagai pertanyaan,  apa yang menyebabkan cita-cita tidak tercapai, walaupun motivasinya cukup tinggi. Maka pengertian dari sukses, itu dapat diformulasikan sebagai berikut: Sukses (S) adalah fungsi dari Visi (V), Motivasi (M) dan kompetensi (K) individu dan ini suatu model secara logika adalah sebagai berikut : S = f (V, M, K). Secara matematisnya adalah S= V+M+K. Artinya, tercapainya suatu keberhasilan sangat tergantung kepada visi, motivasi dan kompetensi dari setiap individu. Apabila sesorang tidak tercapai suatu kesuksesan, kemungkinan disebabkan visinya terlalu tinggi, sedangkan kompetensinya rendah walau motivasinya cukup tinggi. Sebenarnya komponen tersebut saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Terutama dalam menetapkan visi dari individu perlu memperhatikan kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing. Jadi jangan berpikir ingin mencapai cita-cita setinggi langit karena tidak jelas dan kemungkinan besar tidak akan tercapai. Adapun orang Cina selalu berpikir dalam menentukan cita-citanya disesuaikan dengan kemampuan yang ada pada dirinya, sehingga cita-citanya selalu tercapai.
Pada dasarnya, setiap individu boleh saja dan bahkan dianjurkan untuk memiliki atau menentukan cita-citanya, hanya perlu memerhatikan kemampuan dan jangkauan yang memungkinkan untuk tercapai. Makna yang dapat diambil dari ungkapan bangsa Cina itu banyak mengandung arti, yaitu tentang kedisplinan, kemampuan dalam dalam kaitannya dalam usaha, maka sangat berkaitan dengan modal dan biaya yang harus menjadi tanggungannya sehingga perlu pengelolaan yang lebih terstruktur serta motivasi dengan pengertian adanya upaya dan usaha, tidak berdiam diri dan tergantung kepada orang lain atau kepada pihak mana pun, Di sisi lain, mengandung pengertian bahwa cita-cita tidak harus berpikir terlalu jauh dan  bukan merupakan akhir dari usaha maupun kehidupan. Jadi, cita-cita atau visi itu sebaiknya bertahap sehingga kemungkinan untuk tercapai akan lebih mudah dan bila telah tercapai kita harus menentukan kembali apa yang ingin dicapai selanjutnya.
Merujuk dari pengertian keberhasilan atau sukses, maka dalam mengukur keberhasilan bagi wirausaha dapat dibuktikan oleh prestasi dicapai, yaitu pertumbuhan dari perusahaan yang dikelolanya. Pertumbuhan ini dibuktikan oleh penjualan, aset yang dimiliki perusahaan, dan jumlah karyawan. Pencapaian bukan harus sekaligus dibuktikan, melainkan tercapai keberhasilan itu dilakukan secara bertahap. Untuk meraih keberhasilan itu, tentunya mempunyai kiat-kiat dalam menciptakan peluang usaha. Karena tahap pemanfaatan dan pengembangan kesempatan sudah menjadi hal yang rutin. Ide-ide inovatif seperti hal tersebut akan membantu dalam memotivasi pengusaha yang ingin maju. Wawasan dan pengalaman praktis serta perilaku wirausaha serta motif prestasi dan keberhasilan ini akan sangat mempengaruhi pengusaha-pengusaha lain.
            Sukses dalam berwirausaha tidak diperoleh secara tiba-tiba atau instant dan secara kebetulan, tetapi dengan penuh perencanaan, memiliki visi, misi, kerja keras, dan memiliki keberanian secara bertanggung jawab. Setiap keberhasilan seseorang tidak akan mungkin datang dengan tiba-tiba, tetapi pasti akan selalu melalui proses yang dilakukan dan tentunya bukan dalam waktu yang singkat. Umumnya orang melihat tanpa mengetahui apa yang pernah dilakukan atau aktivitas apa yang dijalani oleh mereka yang dapat mencapai keberhasilan, itu semua tentunya melalui suatu proses dan memerlukan waktu. Sebaliknya, bila terjadi peningkatan kesejahteraan seseorang dalam waktu yang singkat justru akan menimbulkan kecurigaan dan ini dinilai kurang baik, sehingga banyak terbukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan penyimpangan di jalan yang keliru, tentunya berakibat buruk dalam menjalani kehidupannya pada masa yang akan datang.
Seorang yang memiliki jiwa kewirausahaan tentunya tidak akan berpikir ingin mencapai keberhasilan dalam waktu yang singkat tanpa ada aktivitas yang dilakukannya. Oleh karena itu, tugas atau pekerjaan yang sempurna adalah tugas yang dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Ini tentu saja membutuhkan energi, tetapi pekerjaan yang tidak sempurna akan lebih menguras energi dan waktu. Oleh sebab itu, para wirausaha harus mampu mengerjakan tugas-tugasnya dengan segera dan tidak ditunda-tunda, termasuk memotivasi bawahan bila ada untuk melaksanakan setiap tugasnya dengan tepat waktu. Oleh karena itu, perlu ada program kerja untuk mencapai tujuan yang akan dicapai dalam waktu yang telah ditetapkan, termasuk pemberian insentif bagi bawahannya bila ada. Salah satu bagian yang sangat penting dari setiap proses adalah menghadapi perubahan, karena setiap saat orang dalam kehidupannya menghendaki perubahan. Demikian pula sebagai wirausaha harus siap selalu dengan perubahan-perubahan yang terjadi, agar tercapainya keberhasilan dalam usahanya. Setiap orang tentu memiliki pendekatan yang berbeda terhadap perubahan.
Bila diamati secara saksama, sebenarnya perubahan itu terjadi karena adanya pembelajaran, karena dengan pembelajaran tentunya menambah wawasan dan biasanya orang yang ingin maju tentu akan belajar dan kemudian mengalami perubahan pada dirinya. Demikian pula wirausaha untuk mengubah dalam menjalani kehidupannya tentu akan melakukan pembelajaran, sebab belajar adalah suatu proses terjadinya perubahan pada dirinya.

2.1.1 Faktor-faktor Keberhasilan Usaha
1.      Faktor-faktor keberhasilan dalam usaha
a.       Perencanaan yang tepat dan matang serta dapat dilaksanakan dengan baik
b.      Visi, misi dan dedikasi yang tinggi dari usahanya
c.       Komitmen yang tinggi dalam usaha untuk mencapai tujuan dan prestasi
d.      Dana yang cukup
e.       SDM (Sumber Dana Manusia) yang handal
f.       Manajemen usaha yang baik, tepat dan realistis
g.      Faktor eksternal dan internal berupa peningkatan permintaan barang/jasa
h.      Keterampilan dan pengalaman dalam bidang usaha
i.        Kecocokan minat terhadap barang usaha
j.        Kebutuhan konsumen yang terpuaskan
k.      Sarana dan prasarana sebagai penunjang usaha
2.      Faktor-faktor lainnya:
a.       Faktor keuntungan
b.      Faktor fasilitas dan kemudahan
c.       Faktor teknis dan permodalan
d.      Faktor pemasaran dan penjualan
e.       Faktor tenaga kerja dan bahan baku
f.       Faktor persaingan dan resiko
g.      Faktor manajemen dan pengalaman
3.      Faktor-faktor pendukung keberhasilan perusahaan adalah sebagai berikut:
a.       Faktor manusia
b.      Faktor keuangan
c.       Faktor organisasi
d.      Faktor perencanaan
e.       Faktor mengatur usaha
f.       Faktor pemasaran
g.      Faktor administrasi
h.      Faktor fasilitas pemerintah
4.      Catatan bisnis, menyangkut:
a.       Neraca
b.      Laporan laba/rugi
c.       Perubahan modal usaha
d.      Banyaknya karyawan perusahaan
e.       Pemasaran dan penjualan produk
f.       Para pesaing dan mitra bisnisnya
g.      Para pelanggan dan konsumen potensial
h.      Banyaknya produk persediaan
i.        Pasar yang dituju
Menurut Darmawati (Kewirausahaan, hal.64), keberhasilan dalam kewirausahaan ditentukan oleh tiga faktor sebagai berikut:
1.      Kemampuan dan kemauan. Orang yang tidak memiliki kemampuan, tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemauan, tetapi tidak memiliki kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses. Sebaliknya, orang yang memiliki kemauan dilengkapi dengan kemampuan akan menjadi orang sukses. Kemauan saja tidak cukup bila tidak dilengkapi dengan kemampuan.
2.      Tekad yang kuat dan kerja keras. Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat, tetapi memiliki kemauan untuk bekerja keras dan orang yang suka bekerja keras, tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan pernah berhasil.
3.      Kesempatan dan peluang. Ada solusi ada peluang, sebaliknya tidak ada solusi tidak akan ada peluang. Peluang ada jika kita menciptakan peluang itu sendiri, bukan mencari-cari atau menunggu peluang yang datang kepada kita.
Basrowi (2011:162-163) juga mengemukakan kiat sukses berwirausaha yang bisa dijadikan acuan bagi orang yang baru mulai berwirausaha agar usaha yang dijalankan berhasil yaitu sebagai berikut:
1.      Ketekunan
Seorang wirausahawan yang sukses harus memiliki ketekunan dan menjalankan usahanya. Faktor sukses berwirausaha tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang pendidikan yang dimiliki seseorang karena banyak wirausahawan yang sukses justru tidak sukses dalam pendidikannya.
2.      Berani mengambil resiko
Seorang wirausahawan harus berani mengambil resiko, walaupun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan, bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.
3.      Terampil dan tidak putus asa
Seorang wirausahawan yang sukses biasanya pernah alami kegagalan, tetapi karena tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit, justru meraih sukses dalam usahanya.
4.      Berdoa
Wirausahawan yang sukses juga harus berdoa selain bekerja keras dalam menjalankan usahanya. Sukses tidaknya usaha seseorang tidak hanya ditentukan oleh kerja keras melainkan adanya pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa melalui permohonan doa dalam menjalankan ibadah.
5.      Berani Berubah
Seorang wirausahawan yang sukses dalam memulai usahanya sendiri harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa pasif maupun negatif. Seorang wirausahawan yang sukses juga harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadapinya.
6.      Pandai Mengelola
Wirausahawan yang sukses adalah seseorang yang cerdas mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya. Seorang wirausahawan juga harus pandai mengelola sumber daya lain disamping sumber daya manusia, misalnya asset, keuangan, dan lain-lain.
7.      Segar dan Pintar
Sebuah nasehat mengatakan, “Kalau badan anda segar jadilah militer; kalau otak anda pintar jadilah professor tapi kalau badan anda segar dan otak anda pintar jadilah wirausahaawan.”
8.      Kemauan Terus Belajar
Seorang wirausahawan yang sukses harus mau belajar dan keberhasilan atau kegagalan yang dialaminya dalam menjalankan usaha, dan melakukan terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif dalam usahanya itu.
Berdasarkan penjelasan di atas, pada dasarnya dalam mengimplementasikan kegiatan bagi para wirausaha perlu memerhatikan prosesnya untuk mencapai keberhasilan. Oleh karenanya, proses tersebut berkaitan dengan waktu yang dibutuhkan untuk tercapainya tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pencapai keberhasilan, yaitu: memerlukan waktu, maka gunakan time schedule; apa yang bisa dilakukan, lakukanlah jangan tergantung pada sesuatu yang belum jelas; selalu berfikir positif; perhatikan aspek-aspek yang terdapat di lingkungan; peduli terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan; manfaatkan fasilitas yang tersedia semaksimal mungkin; dan tentukan sistem operasional yang sesuai dengan usahanya.

2.2  Faktor- Faktor Penghambat Keberhasilan Kewirausahaan
Wirausahawan harus berhati-hati terhadap faktor yang dapat menyebabkan kegagalan usaha setelah usaha kecil. Penyebab-penyebab kegagalan usaha kecil di antaranya adalah:
a.       Struktur permodalan yang kurang;
b.      Kekurangan modal untuk membeli barang modal dan peralatan;
c.       Kekurangan modal untuk memanfaatkan barang persediaan yang dijual dengan potongan kuantitas, atau jenis potongan lainnya;
d.      Menggunakan peralatan dan metode bisnis yang ketinggalan zaman;
e.       Gagal menerapkan pengendalian persediaan;
f.       Tidak dapat melakukan pengendalian kredit;
g.      Kurang memadainya catatan akuntansi;
h.      Ketiadaan perencanaan bisnis;
i.        Ketidakmampuan mendeteksi dan memahami perubahan pasar;
j.        Ketidakmampuan memahami perubahan kondisi ekonomi;
k.      Tidak menyiapkan rencana untuk situasi darurat atau di luar dugaan;
l.        Ketidakmampuan mengantisipasi dan merencanakan kebutuhan keuangan;
m.    Kualifikasi pribadi;
n.      Kurangnya pengetahuan bisnis;
o.      Tidak mau bekerja terlalu keras;
p.      Tidak mau mendelegasikan tugas dan wewenang;
q.      Ketidakmampuan memelihara hubungan baik dengan konsumen.
Thomas Zimmerer, dkk (2008:39-42) mengemukakan bahwa ada sepuluh kesalahan fatal kewirausahaan yang menyebabkan sebuah bisnis yang dijalankan mengalami kegagalan. Penyebab-penyebab kegagalan bisnis tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Ketidakmampuan Manajemen
Manajemen yang buruk dalam kebanyakan perusahaan kecil menjadi penyebab utama kegagalan bisnis. Manajer perusahaan kecil tidak memiliki kemampuan untuk menjalankannya dengan baik. Pemilik perusahaan kurang mempunyai kemampuan kepemimpinan, pertimbangan yang baik, dan pengetahuan yang diperlukan dalam menjalankan bisnis. Hal yang mematikan perusahaan biasanya bukanlah ketidakcukupan modal, bakat, atau informasi melainkan sesuatu yang lebih mendasar, yaitu kurangnya penilaian dan pemahaman yang baik.
2.      Kurang Pengalaman
Seorang wirausahawan perlu memiliki pengalaman dalam bidang yang ingin dimasukinya. Contoh: seorangn yang ingin membuka bisnis fotokopi, maka orang tersebut harus bekerja di perusahaan distributor mesin fotokopi. Hal ini akan memberikan pengalaman praktis yang dapat menunjukkan perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.
3.      Pengendalian Keuangan yang buruk
Manajemen yang sehat adalah kunci keberhasilan perusahaan kecil, dan manajer yang efektif menyadari bahwa semua keberhasilan bisnis memerlukan kendali keuangan yang layak. Keberhasilan bisnis juga memerlukan modal dan jumlah yang cukup pada saat awalnya. Pemilik perusahaan kecil seringkali membuat kesalahan pada awal bisnois dengan hanya “bermodal dengkul”, yang dapat menjadi kesalahan fatal.
4.      Lemahnya Usaha Pemasaran
Seorang wirausahawan harus membangun basis pelanggan terus berkembang dengan melakukan upaya pemasaran tanpa kenal lelah dan kreatif. Wirausahawan yang kreatif menemukan cara untuk memasarkan bisnis secara efektif kepada pelanggan untuk mencapai target penjualan.
5.      Kegagalan Mengembankan Perencanaan Strategis
Seorang wirausahawan pada perusahaan kecil sering kali mengabaikan proses perencanaan strategis, karena dianggap hal tersebut hany bermanfaat bagi perusahaan tersebut tidak memiliki dasar yang berkesinambungan untuk menciptkan dan memilihara keunggulan bersaing di pasar . Pembangunan rencana strategis memaksa wirausahawan untuk menilai secara realitas potensi bisnis yang direncanakan. Apakah produk perusahaan memang diinginkan dan mampu dibeli pelanggan? Apa dasar perusahaan agar dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang telah ada?
6.      Pertumbuhan Perusahaan yang Tidak Terkendalli
Pertumbuhan merupakan sesuatu yang alamiah, sehat, dan didambakan oleh semua perusahaan, tetapi pertumbuhan haruslah terencana dan terkendali. Pete Drucker menyatakan bahwa perusahaan yang baru berdiri dapat diperkirakan mengalami pertumbuhan terlalu pesat dibandingkan dengan basis modal yang dimiliki apabila penjualan meningkat 40% s/d 50%. Perusahaan yang masih muda umurnya sebaiknya tidak terburu-buru untuk melakukan ekspansi, karena keputusan ekspansi bisnis bagi perusahaan baru dapat menyebabkan kegagalan.
7.      Lokasi yang Buruk
Pemilihan lokasi yang tepat, untuk bisnis apa pun, merupakan seni dan ilmu. Lokasi perusahaan sering kali dipilih tanpa penelitian, pengamatan dan perencanaan yang layak. Wirausahawan pemula memilih lokasi hanya karena ada tempat kosong, tetapi masalah lokasi terlalu riskan untuk bisnis eceran, denyut jantung kehidupan bisnis yaitu penjualan sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi.
8.      Pengendalian Persediaan yang Tidak Tepat
Investasi terbesar yang dilakukan para pemilik usaha kecil adalah dalam persediaan, namun pengendalian persediaan adalah salah satu tanggung jawab manajerial yang paling diabaikan. Tingkat persediaan yang tidak mencukupi akan mengakibatkan kekurangan dan kehabisan stok, mengakibatkan pelanggan kecewa dan pergi. Fenomena yang sering terjadi adalah wirausahawan tidak hanya memiliki persediaan dalam jumlah berlebih, tetapi juga mempunyai terlalu banyak persediaan yang salah jenis.
9.      Penetapan Harga yang Tidak Tepat
Penetapan harga yang akan  menghasilkan laba berarti bahwa wirausahawan harus memahami besarnya biaya untuk membuat, memasarkan, serta mendistribusikan produk dan jasa perusahaan. Wirausahawan sering kali dengan mudah menetapkan harga berdasarkan harga yang ditetapkan persaingan atau berdasarkan ide yang samar-samar “menjual produk terbaik dengan harga terendah”. Wirausahawan biasanya menetapkan harga terlalu rendah atas produk yang dijual. Tahap pertama dalam menetapkan harga yang akurat adalah mengetahui biaya pembuatan atau penyediaan produk dan jasa. Wirausahawan selanjutnya menetapkan harga yang dapat mencerminkan citra perusahaan yang ingin dibangun dan selalu memerhatikan persaingan.
10.  Ketidakmampuan Membuat “Transisi Kewirausahaan”
Keberhasilan melewati tahap awal kewirausahaan tidak menjamin kesuksesan perusahaan. Pertumbuhan perusahaan setelah berdiri, biasanya memerlukan perubahan drastis manajemen, satu hal yang tidak dapat dilakukan dengan baik oleh para wirausahawan. Kemampuan-kemampuan yang tadinya membuat wirausahawan berhasil sering kali mengakibatkan ketidakefektifan material. Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk mendelegasikan wewenang dan melepaskan kegiatan pengendalian sehari-hari.


BAB III
PENUTUP

3.1    Simpulan
     Sebagai wirausahawan muda tidak mudah membangun bisnis besar dan tidak mudah mencapai keberhasilan dengan waktu yang singkat. Untuk mencapai keberhasilan itu harus membuat strategi-strategi yang kuat dan tepat sehingga tidak akan mengalami kegagalan dalam membuat sebuah bisnis. Banyak faktor yang harus dimiliki wirausahawan agar mencapai keberhasilan. Ada beberapa faktor pendorong dalam kewirausahawan yaitu :
a.       Perencanaan yang tepat dan matang serta dapat dilaksanakan dengan baik
b.      Visi, misi dan dedikasi yang tinggi dari usahanya
c.       Komitmen yang tinggi dalam usaha untuk mencapai tujuan dan prestasi
d.      Dana yang cukup
e.       SDM (Sumber Dana Manusia) yang handal
f.       Manajemen usaha yang baik, tepat dan realistis
g.      Faktor eksternal dan internal berupa peningkatan permintaan barang/jasa
h.      Keterampilan dan pengalaman dalam bidang usaha
i.        Kecocokan minat terhadap barang usaha
j.        Kebutuhan konsumen yang terpuaskan
k.      Sarana dan prasarana sebagai penunjang usaha
Banyak wirausahawan mengalami kegagalan dalam berbisnis atau kurang keberhasilan dalam menjalani bisnis. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat mencapai keberhasilan menurut Thomas Zimmerer, dkk (2008:39-42) yaitu:
1.      Ketidakmampuan Manajemen
2.      Kurang Pengalaman
3.      Pengendalian Keuangan yang buruk
4.      Lemahnya Usaha Pemasaran
5.      Kegagalan Mengembankan Perencanaan Strategis
6.      Pertumbuhan Perusahaan yang Tidak Terkendalli
7.      Lokasi yang Buruk
8.      Penetapan Harga yang Tidak Tepat
9.      Penetapan Harga yang Tidak Tepat
10.  Ketidakmampuan Membuat “Transisi Kewirausahaan”
Jika seorang wirausahawan telah mengetahui dan menerapkan faktor-faktor pendorong diatas maka seorang wirausahawan tersebut akan bisa mencapai keberhasilan dalam berwirausaha dalam bidangnya dan seorang wirausaha harus menghindarin faktor yag menjadi penghambat keberhasilan.   

3.2 Saran
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kami dapat menyarankan
kepada beberapa pihak
antara lain seperti :
3.2.1 Kepada Mahasiswa:
Dengan adanya makalah ini, mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik perlu memahami faktor-faktor yang dapat mendorong dan penghambat keberhasilan kewirausahaan.
3.2.2 Kepada Pembaca: 
Pembaca perlu juga mengenal dan paham mengenai faktor pendorong dan penhambat keberhasilan berwirausaha dan nantinya bisa diterapkan untuk calon-calon wirausaha yang ingin mencapai sukses atau bisa dikatakan mencapai keberhasilan dalam usahanya.


Sekian makalah kewirausahaan :) Ingat untuk selalu memodifikasi jika ingin meniru laporan ini. 

Untuk powerpoint dapat di download di link berikut:

0 komentar:

Posting Komentar